Pembasmi
Serangga (Insektisida)
Insektisida adalah bahan-bahan kimia bersifat
racun yang dipakai untuk membunuh serangga. Insektisida dapat memengaruhi
pertumbuhan, perkembangan, tingkah laku, perkembangbiakan, kesehatan, sistem
hormon, sistem pencernaan, serta aktivitas biologis lainnya hingga berujung
pada kematian serangga pengganggu tanaman Insektisida termasuk salah satu jenis
pestisida.
Sejarah
penggunaan insektisida
Para pekerja
kebun diketahui telah menggunakan sabun untuk mengontrol pertumbuhan hama
serangga sejak awal tahun 1800an. Di awal abag ke 19, sabun yang terbuat dari
minyak ikan paling banyak digunakan. Cara-cara tersebut cukup efektif, meski
harus diberikan berkali-kali dan kadang justru mematikan tanaman. Belakangan
diketahui juga adanya penggunaan campuran bawang putih, bawang merah, dan lada
atau berbagai jenis makanan lainnya, namun tidak cukup efektif membunuh
serangga.
Penggunaan
insektisida sintetik pertama dimulai pada tahun 1930an dan mulai meluas setelah
berakhirnya Perang Dunia II. Pada tahun 1945 hingga 1965, insektisida golongan
organoklorin dipakai secara luas baik untuk pertanian maupun kehutanan. Salah
satu produk yang paling terkenal adalah insektisida DDT yang dikomersialkan
sejak tahun 1946. Selanjutnya mulai bermunculan golongan insektisida sintetik
lain seperti organofosfat, karbamat, dan pirethroid pada tahun 1970an.
Sejak tahun
1995, tanaman transgenik yang membawa gen resistensi terhadap serangga mulai digunakan.
Materi
Bahan
insektisida ini umumnya beracun karena mengandung karsinogenik, seperti kerbamat,
fosfat, dan klorin.
Karsinogen (cancer-causing agents)adalah bahan yang dapat
memicu ataupun mendorong terjadinya kanker. Beberapa peneliti memperkirakan
99,99% karsinogen yang kita cerna adalah alamiah.
Kanker mungkin telah terkenal sebagai penyebab kematian kelas wahid pada manusia sehingga banyak orang yang merasa takut apabila mendengar kata kanker. Sampai sekarangpun para peneliti masih terus mengkaji sumber daya alam untuk didayagunakan sebagai obat anti kanker baik sebagai multidrug resistance (MDR) modulator ataupun zat anti karsigonik lainnya. Tetapi perlu diketahui bahwa kanker tidak hanya disebabkan oleh asap rokok saja.
Kanker mungkin telah terkenal sebagai penyebab kematian kelas wahid pada manusia sehingga banyak orang yang merasa takut apabila mendengar kata kanker. Sampai sekarangpun para peneliti masih terus mengkaji sumber daya alam untuk didayagunakan sebagai obat anti kanker baik sebagai multidrug resistance (MDR) modulator ataupun zat anti karsigonik lainnya. Tetapi perlu diketahui bahwa kanker tidak hanya disebabkan oleh asap rokok saja.
Karsinogen Alamiah
Tidak semua karsinogen berupa bahan kimia sintetik. Safrole dalam sassafras dan aflatoksin diproduksi oleh jamur pada makanan, merupakan senyawa alam. Beberapa peneliti memperkirakan 99,99% karsinogen yang kita cerna adalah alamiah. Tumbuh-tumbuhan memproduksi senyawa tertentu untuk melindungi mereka terhadap jamur, serangga, dan binatang termasuk manusia. Beberapa senyawa yang diproduksi ini adalah karsinogen yang ditemukan pada jamur, basil, seledri, kurma, bumbu, lada, adas, parsnips, dan minyak sitrus. Karsinogen juga dihasilkan selama pemasakan dan sebagai produk dari metabolisme normal.
Senyawa
kimia karsinogen bervariasi, yang akan diuraikan di sini hanya
beberapa karsinogen utama. Beberapa karsinogen yang sangat berbahaya
adalah hidrokarbon aromatik, yang paling dikenal adalah
3,4-benzpirena. Hidrokarbon karsinogenik terbentuk selama pembakaran
tidak sempurna dari hampir setiap senyawa organik. Mereka ditemukan
dalam batubara, asap rokok, pembakaran kendaraan bermotor, kopi, gula
gosong dan sebagainya. Tidak semua hidrokarbon aromatik polisiklik
merupakan karsinogen. Terdapat korelasi yang erat kekarsinogenan
dengan ukuran dan bentuk tertentu dari molekul. Nampaknya sifat
karsinogen tidak hanya disebabkan oleh hidrokarbon semata tetapi
dapat terbentuk karena produk oksidanya dalam hati.Jenis karsinogen yang lain adalah amina aromatik. Dua di antaranya adalah b-naftilamina dan benzidina. Kedua senyawa ini pernah digunakan di industri zat warna. Senyawa ini bertanggung jawab untuk kanker kandung kemih pada pekerja yang kontak lama dengan senyawa tersebut.
Beberapa pewarna aminoazo juga menunjukkan karsinogen, misalnya 4-dimetilaminobenzena. Senyawa ini dikenal sebagai “pewarna kuning mentega”. Senyawa ini digunakan untuk pewarna mentega sebelum diketahui sifat karsinogennya.
Tidak semua karsinogen merupakan senyawa aromatik, beberapa di antaranya adalah nitrosamin dan vinil klorida. Senyawa lainnya merupakan cincin heterosiklik tiga- dan empat-anggota yang mengandung oksigen atau nitrogen, misalnya etilenaimina, epoksida dan turunannya, ester siklik yang juga disebut lakton.
zat aktif
pada pembasmi serangga khususnya obat nyamuk yang dapat ditolerir dan relatif
aman (masih bisa merusak kesehatan) adalah transfluthrin, bioallethrin,
d-allethrin, pralethrin, dan cyphenothrin. Mungkin keefektivannya membunuh
nyamuk kurang bisa diandalkan, terutama jenis nyamuk Culex sp. Namun, zat
tersebut mampu membuat nyamuk menyingkir dari tempat Anda
Transflutrin
Pada umumnya
bahan kimia yang terdapat pada obat pembasmi serangga adalah Transflutrin.
Transflutrin adalah salah satu contoh bahan aktif anti nyamuk berbentuk
padatan lingkar berwarna hijau. Anti nyamuk bakar ini diambil khasiatnya
melalui asapnya yang menyebar ke seluruh ruangan. Transfluthrin relatif
aman hingga saat ini. Transfultrin bila dipakai selama empat jam bisa
menurunkan kadar eritrosit atau sel darah merah, yang berakibat orang tersebut
akan menderita anemia.
Transfluthrin
dianggap sebagai salah satu insektisida Pirethroid yang cepat bertindak dengan
persistensi rendah. InsektisidaPirethroid memiliki efek yang sangat spesifik
pada sel syaraf serangga, sehingga hanya jumlah yang sangat kecil dibutuhkan
untuk menghasilkan efek yang diperlukan.
Bioallethrin
S-Bioallethrin adalah suatu
pyrethroidinsectisida (obat pembasmi serangga) dengan suatu spektrum aktivitas
luas, bereaksi dengan kontak langsung dan mempunyai karakteristik efek “a
strong knock down” (efek langsung jatuh pada serangga), bahan ini aktif pada
serangga yang terbang dan merayap khususnya pada nyamuk, lalat, tawon, lipas,
kutu, kutu busuk, semut, dan lain lain.
D-allethrin
D-Allethrin
adalah suatu Pyrethroid campuran, merupakan suatu insektisida kontak kuat
yangmenghasilkan “a strong knock-down” cepat, melawan hama-hama rumah tangga
(lalat,nyamuk, kutu, kecoak).
Sipermetrin
Sipermetrin
berperilaku sebagai neurotoksin,dan cepat bertindak pada serangga
Deltametrin
Terdapat
pada kapur bagus. Deltametrin merupakan salah satu piretroidester. Piretroid
ini memiliki mekanisme menghasilkan racun atau toksin dan menyebabkan
kelumpuhan organisme. Zat tersebut menyebabkan kelumpuhan dengan cara menjaga
saluran natrium tetap terbuka dimembran saraf dari suatu organisme. Sehingga
dengan terbukanya saluran natrium tersebut saraf tidak dapat terangsang kembali
sehingga menyebabkan kelumpuhan.
Propoxur
Propoxur
adalah senyawa karbamat (senyawa kerabat dari MIC, pernah menewaskan
ribuan orang dan menyebabkan kerusakan syaraf ratusan ribu orang lainnya dalam
kasus Bhopal di India) yang telah dilarang penggunaannya di luar negri karena
diduga kuat sebagai zat karsinogenik. Mekanisme aksi Propoxur berupa
penghambatan enzim acetyl cholinesterase. Enzim ini normalnya bertanggung jawab
untuk destruksi dari asetilkolin (neurotransmitter). Karbamat ini akan
menghasilkan kontraksi otot spontan pada serangga yang diikuti oleh
kelumpuhan/paralisis.
Dalam jangka
panjang, orang yang terpapar zat ini akan menurun aktivitas enzim untuk
saraf transmisi dan berpengaruh buruk pada hati dan sistem reproduksi. Maka,
perhatikan kadarnya jika obat nyamuk Anda terdapat zat ini. Di Indonesia,
penggunaannya belum dilarang. Berdasarkan peringkat bahan kimia berbahaya yang
dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Propoxur menduduki peringkat
kedua sebagai produk berbahaya setelah dichlorvos.
Dichlorvos atau DDVP (dichlorovynil
dimetyl phosfat)
Bahkan ada
juga obat nyamuk yang menggunakan DDVP atau dichlorvos yang merupakan
zat turunan chlorine, yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di
dunia. Berdasarkan peringkat bahan kimia berbahaya yang dikeluarkan Organisasi
Kesehatan Dunia (WHO), diklorvos menduduki peringkat kesatu sebagai
produk paling berbahaya. Jika terkena paparan zat ini dalam jangka panjang,
menyebabkan kerusakan syaraf, mengganggu pernafasan, jantung, sistem
reproduksi, dan memicu kanker. Kalau obat nyamuk mengandung zat ini, segera
tinggalkan.
Diethyltoluamide atau DEET
Zat ini
biasanya ada pada obat anti nyamuk berupa cairan atau lotion. Cara kerja
DEET adalah akan memanipulasi bau dan rasa yang berasal dari kulit dengan
menghambat reseptor asam laktat pada antenna nyamuk sehingga mencegah nyamuk
mendekati kulit. Selain itu, mekanisme aksinya dengan cara menghambat aktivitas
system saraf pusat dan enzima cetylcholinesterase serangga maupun mamalia.
Enzim ini terlibat dalam hidrolisis neuro transmitter asetilkolin, sehingga
mempunyai peranan penting dalam mengendalikan neuron otot.
Oleh karena
itu, DEET digunakan untuk memblokir acetylcholinesterase yang mengarah pada
akumulasi yang berlebihan asetilkolin pada celah sinaptik yang menyebabkan
kelumpuhan dan kematian neuromuskuler karena sesak nafas pada serangga maupun
mamalia.
DEET ini
sangat korosif, obat nyamuk lotion ini tidak dapat disimpan dalam wadah plastik
PVC atau besi karena dalam hitungan minggu akan mengikis lapisannya. Bayangkan
bila itu kena kulit kita terlalu lama
Beberapa manfaat insektisida, antara lain
- Dapat diaplikasikan dengan mudah
- dapat diaplikasikan hampir di setiap waktu dan setiap tempat.
- Hasilnya dapat dirasakan dalam waktu singkat
- Dapat diaplikasikan dalam areal yang luas dalam waktu singkat
- Mudah diperoleh dan memberikan keuntungan ekonomi terutama jangka pendek.
Beberapa efek samping yang ditimbulkan oleh penggunaan
insektisida ini, antara lain:
- Insektisida yang mengandung klorin dapat menyebabkan lapisan ozon menipis dan berlubang. Jika lapisan ozon menipis, maka sinar ultraviolet masuk dan dapat menyebabkan berbagai macam penyakit.
- Obat anti nyamuk mengandung bahan aktif berupa diklorvos, propoxur, pirethroid, dan diethiltoluamid. Semua bahan itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan berbagai macam penyakit ganas. Salah satunya adalah kanker.
- Pembuangan bahan-bahan pembasmi serangga yang sudah tidak terpakai secara sembarang dapat menyebabkan rusaknya fungsi lingkungan hidup.
Ada beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan
untuk menghindari efek samping dari produk pembasmi serangga, antara lain:
- Menggunakan produk pembasmi serangga seperlunya.
- Tidak menggunakan produk pembasmi serangga aerosol yang mengandung CFC.
- Menyimpan obat pembasmi serangga di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.
SUMBER Artikel : http://mafia.mafiaol.com/2012/11/bahan-kimia-pembasmi-serangga.html
http://endiferrysblog.blogspot.com/2013/01/bahan-kimia-dalamkehidupan-sehari-hari.html
http://agrogreenland.blogspot.com/2013/05/pestisida-pengertian-jenis-dan-dampaknya.html
http://bakobong.blogspot.com/p/insektisida-adalah-bahan-bahan-kimia.html
http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/karsinogen_ancaman_abadi_kehidupan_manusia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar